Eropa dan Indonesia
Babak Baru dalam Perdagangan dan Kerja Sama
eyesonindonesia
Amsterdam, 25 Maret 2026– Pada tahun 2018, Indonesia dan Uni Eropa menandatangani perjanjian pendanaan sebesar €10 juta untuk ARISE+ Indonesia, sebuah program lima tahun yang bertujuan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia dan integrasi dalam rantai nilai global. Empat kategori produk menjadi fokus utama: agro‑pangan, ikan, produk kayu, dan kosmetik.
Hasilnya terlihat segera. ARISE+ memberikan peluang dan dukungan bagi industri domestik, termasuk UMKM. UMKM Indonesia di sektor tekstil dan makanan halal berhasil masuk ke enam pasar elektronik Eropa di Spanyol, Hungaria, Prancis, dan Jerman. Program ini juga mendorong perencanaan kebijakan investasi yang lebih baik serta meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan Indonesia dalam menganalisis kebijakan perdagangan.

Lebih dari sekadar promosi ekspor, ARISE+ mendukung pengembangan EU‑Indonesia Investment Attraction Plan dan menyelenggarakan misi studi ke Eropa bagi pejabat investasi Indonesia.
Hal ini memperkuat hubungan antara Indonesian Investment Promotion Center dan perusahaan‑perusahaan potensial di Uni Eropa. Rencana tersebut juga mencakup pembentukan kembali EU Desk di Kementerian Investasi Indonesia, yang berfungsi menghubungkan proyek‑proyek berkelanjutan dengan instrumen pembiayaan Uni Eropa seperti Global Gateway dan European Fund for Sustainable Development Plus.
Jika ARISE+ meletakkan fondasi, maka EU‑Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) adalah pasokan utama. Pada 23 September 2025, kedua pihak menyelesaikan negosiasi di Bali setelah hampir sepuluh tahun pembicaraan.
Perjanjian ini menghapus tarif pada lebih dari 98% pos tarif, mencakup hampir seluruh perdagangan berdasarkan nilai antara kedua ekonomi.

Skala peluang yang terbuka sangat besar. Pada 2024, perdagangan barang mencapai €27,3 miliar, perdagangan jasa €8,8 miliar, dan stok investasi Uni Eropa €25,1 miliar. CEPA diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan di sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi.
Bagi komunitas inovasi dan startup, ketentuan digital CEPA sangat penting. Perjanjian ini memperkuat aturan perdagangan digital, melindungi arus data lintas batas, melarang bea masuk atas transmisi elektronik, serta meningkatkan transparansi dalam pengadaan pemerintah.
CEPA juga membuka peluang baru di sektor hijau dengan menghapus tarif atas barang berkelanjutan dan memperbaiki regulasi energi terbarukan serta kendaraan listrik.
Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maroš Šefčovič menekankan makna yang lebih luas: “Dalam ekonomi global yang tidak menentu saat ini, hubungan dagang bukan sekadar alat ekonomi — melainkan aset strategis yang mencerminkan kepercayaan, keselarasan, dan ketahanan.”
Pejabat Indonesia menargetkan 1 Januari 2027 sebagai tanggal berlakunya, tergantung pada proses ratifikasi di kedua belah pihak.
eyesonindonesia









